Miris, Pemohon Sertifikat Hak Atas Tanah di Saronggi Dipungut Biaya

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUMENEP, Jatimexplore.net – Dugaan pungutan liar (Pungli) Sertifikat Hak Atas Tanah (Shat) disalah satu Desa Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah terdengar isu memperihatinkan.

Pasalnya, pemohon Shat disalah satu Desa tersebut di pungut biaya, sebelum ada pengukuran salah satu oknum perangkat Desa memungut dengan alasan biar sertifikat cepat keluar atau terbit.

“Dari Dinas koperasi gratis, tau-tau dari pihak Desa ada pungutan Rp 450 ribu,” kata AY inisial yang mengaku warga setempat.

Dia juga mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan dugaan pungli tersebut kepada Dinas terkait.”Sudah saya sampaikan apa adanya kedinas bahwa kami dimintai biaya sertifikat sebesar Rp 450ribu,” ungkapnya.

Didik Hariyanto, Kepala Desa setempat mengakui didesanya adanya pungutan liar Sertifikat Hak Atas Tanah (Shat). Namun, sebelumnya pihaknya berdalih tidak tahu menahu bahwa program Shat tersebut gratis.

“Iya mas kami meminta uang kepada pemohon untuk biaya sertifikat, tapi sebelunya kami tidak tahu bahwa program tersebut gratis. Setelah kami tahu bahwa program Shat itu gratis maka kami kembalikan kepada pemohon,” kilahnya.

Lanjut dia, kami sudah kumpulkan semua pemohon Shat dan saya kembalikan semua biaya yang dipungut terhadap pemohon setelah pihaknya berkoordinasi terhadap Dinas terkait.

“Yang menyuruh saya tapi semuanya sudah klier tidak ada apa-apa dan dikembalikan semua kepada pemohon,”pungkasnya.

Reporter : zr

Publisher : yudhik/tondo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *