Alih-Alih Mengentaskan Kemiskinan, Program PKH di Kecamatan Bluto Banyak Tidak Tepat Sasaran

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUMENEP, Jatimexplore.net – Program Keluarga Harapan (PKH) yang tujuan utamanya mengentaskan kemiskinan masyarakat Indonesia secara umum ternyata di Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep banyak tidak tepat sasaran tepatnya di Desa Bluto dan Desa Aengbaja Kenik.

Marsuni, salah seorang diantara dari sekian banyak masyarakat Desa Bluto Kecamatan Bluto yang tergolong masyarakat yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan PKH, ternyata karena alasan tidak ada di Basic Data Terpadu (BDT), dan tidak memenuhi kategori serta tidak ada komponen penerima PKH lainnya akhirnya Marsuni tidak mendapat bantuan tersebut, maklum Marsuni memang benar benar tergolong masyarakat dibawah kebiasaan masyarakat lainnya, Marsuni hidup sebatang kara, tak ada saudara, tak ada anak kandung.

Sedangkan Sumina warga Desa Aengbaja Kenik yang sempat viral di media sosial facebook setelah diberitakan oleh salah satu media online lainnya karena juga tidak mendapat PKH, saat di wawancarai oleh media ini membenarkan bahwa “benar, saya tidak mendapat bantuan PKH, padahal ketika melihat yang mendapat bantuan, banyak dari mereka yang tidak pantas untuk mendapat bantuan, rumahnya sudah ada yang pakai lantai keramik tapi masih dapat, coba bandingkan dengan saya.” Ujarnya seraya menumbuk batu menjadi kerikil kecil yang dijual kepada pembeli sebagai mata pencahariannya di depan rumahnya.

Salah satu pendamping PKH yang ada di Kecamatan Bluto, Fadil saat dihubungi oleh media ini melalui telepon selulernya mengatakan “terkait masalah masyarakat yang dapat atau tidak bantuan PKH ini kami tidak punya kuasa, soalnya itu sudah ada datanya, dan data tersebut bersumber pada BDT.” Terangnya.

Ketika ditanya apakah pendamping PKH bisa mengajukan masyarakat yang layak mendapat bantuan tetapi saat ini tidak menerima bantuan PKH, Fadil menjawab “lebih jelasnya sampeyan coba hubungi Korcam atau Korkab saja mas.” Ujar Fadil.

Sementara itu, Agus Budi Mulyo selaku Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Sumenep ketika dihubungi melalui telepon selulernya terkait penerima PKH yang tidak tepat sasaran di Kecamatan Bluto khususnya di Desa Bluto dan Desa Aengbaja Kenik memberikan penjelasan panjang lebar.

Menurut Agus (sapaan akrabnya) bahwa “masalah penerima bantuan yang tidak tepat sasaran bukan hanya di Kabupaten Sumenep, hal tersebut sudah menjadi masalah nasional, padahal proses pendataan penerima mulai dari BDT yg di keluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sampai benar benar menjadi KPM melalui proses yang panjang.” Jelasnya.

Lebih rinci beliau menjelaskan “sebenarnya data penerima bantuan PKH ini, awal kesemuanya berawal dari BDT yang bersumber dari BPS, awalnya BDT ini milik BNP2K yang mensubkan pekerjaannya untuk mencacah sosial ekonomi masyarakat lalu jadilah yang namanya BDT, BDT ini lalu diserahkan ke Kementrian Sosial, dari Kemensos diserahkan ke kami untuk dilakukan proses verifikasi, apakah data yang di BDT ini orangnya masih ada atau tidak? Masuk pada kategori dan komponennya masih ada apa tidak? Jika ada baru diusulkan jadi peserta PKH, Jika tidak ada baik dari orangnya itu sendiri maupun dari kategori dan komponennya, meskipun dia tidak mampu bahkan sangat tidak mampu maka tidak bisa mendapat bantuan PKH ini, jadi sebenarnya dana Bantuan PKH ini adalah Bantuan Bersyarat.” Rinci beliau panjang lebar menjelaskan.

Lebih spesifik terkait masalah masyarakat Bluto yang sebenarnya layak untuk mendapatkan bantuan PKH tapi ternyata saat ini tidak ada di data BDT beliau menjabarkan “bisa diusulkan melalui kami, lalu akan kami masukkan ke BDT dan akan kami usulkan untuk mendapat bantuan PKH ini ke Pusat, tapi biasanya hal tersebut masih melalui Musdes, dan itu pun jika memenuhi kategori dan ada komponen pendukung lainnya, dengan artian jika Lansia Tunggal kami tidak bisa memasukkan, kebijakan Kemensos dengan yang demikian untuk diserahkan ke Panti Jompo” terang Agus. (Riana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *