Polemik Mangrove di Pantai Ratu, Polda Gorontalo Minta Keterangan Japesda

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

GORONTALO, Jatimexplore.net – Hari Jum’at (21/06/2019) Direktur Jaringan AdvokasiPengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) Gorontalo, Nurain Lapolo mengaku telah memberikan keterangan di Polda Gorontalo atas dugaan pengrusakan mangrove e di Pantai Ratu Boalemo.

Sekitar Pukul 09.00 Wita, Japesda mengatakan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, pembangunan wisata Pantai Ratu diduga tidak memiliki izin.

“Konfirmasi Japesda, ke pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, pihak Desa (pengelola) wisata Pantai Ratu, melakukan koordinasi pada tanggal 19 Juni 2019,” urai Nurain.

(Nurain Lapolo ,Direktur Japesda Gorontalo)

Selain itu, pihak Japesda menegaskan, keterangan lainnya yang disampaikan ke Pihak Polda, bahwa diketahuinya lokasi Pantai Ratu berada di Kawasan Hutan Lindung (Mangrove) merujuk pada hasil kajian mereka. “overlaping peta kawasan hutan lindung dengan peta indikatif penundaan pemberian izin baru (PIPIB), revisi XV SK. 8599/MENLHK-PKTL/IPSDH/PLA. 1 Desember 2018’” tegas Nurain

Tidak hanya itu, Nurain menekankan, pihaknya turut melakukan peninjauan lokasi pembangunan Wisata Pantai Ratu tersebut. “Saya belum pernah ke Lokasi, tetapi tim Japesda sudah meninjau langsung dan mengambil titik koordinat, menggunakan handpone,” tutur Alumni UNG. (Rls/PNews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *