Praktisi Hukum: Menahan Ijazah Siswa SD, Bisa Kena Pasal 372 KUHP

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TANGERANG, Jatimexplore.net – Kisah Janda di Tangerang, setelah Rumah Tak Layak Huni dan pernah Sampai Tidur Bareng Tikus Besar dan Kaki Anaknya Digigit,”Kini rumah nya sudah diperbaiki oleh pihak kecamatan dan kelurahan setempat namun ternyata ijazah Devika anak sulung ibu Tati Sujanawati sudah hampir satu tahun ditahan oleh pihak SDN 06 Cimone Karawaci, Kota Tangerang.

Hal pertama yang Tatik utarakan, “Sangat senang akhirnya ijazah Devika, anak bungsunya setelah hampir satu tahun ditahan karena tunggakan 290 ribu, akhirnya di kembalikan oleh pihak SDN 06 dikawasan Cimone Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (28/11/2019)

Tati Sujanawati mengatakan, “Alhamdulillah barusan pak toni guru SDN 06 dan bendahara ibu yuli datang kerumah saya memberikan ijazah devika yang sudah hampir satu tahun ditahan pihak sekolah SDN 06 Cimone Karawaci.

Diakui tati,”Memang ada sisa tagihan,550 ribu yaitu uang untuk bayar tour ke dufan sekalian buat sampul ijazah juga,”Saya baru bayar 260 ribu sisanya 290 ribu karena belum punya uang untuk membayar ijazah anak saya di tahan oleh pihak sekolah,” ungkap Tati, sambil memelas saat memberi keterangan, Rabu (28/11/2019).

Pantauan, Tati Sujana tidak disangka menghidupi tiga anak nya sejak 6 tahun yang lalu seorang diri dan tinggal di Rumah reotnya berada di ujung gang kecil di Jalan Mastam nomor 8 RT03/03 karena sudah berpisah dengan suaminya karena tidak tahan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sementara Yuli selaku bendahara mengakui, benar Devika pernah sekolah disini dan ijazah nya belum di serahkan dan belum tersidik jari oleh Devika terangnya saat ditemui di SDN 06 Cimone Jalan Proklamasi 9 RT 003 / RW 03, Karawaci, Tangerang,” Kamis (28/11/2019).

“Tentunya kami tidak menahan tapi karena ada beberapa administrasi yang belum diselesaikan maka ijazah masih berada di SDN ini,” tuturnya.

“Harus nya lanjut Yuli,”bu tati orang tua devika melunasi semua administrasi dan datang kesekolah ini, “jangan bicara diluar dan secara forum ijazah devika sampai saat ini masih berada disini, agar ada keadilan kesemua siswa katanya.

Untuk itu kata yuli, Harus dipahami saya mengurus banyak siswa di SDN 06 ini, jadi sebaik nya bu tati datanglah kesekolah tutupnya.

Masih di sekolah SDN 06 Toni mengaku sebagai guru devika saat di bangku kelas 6 B mengatakan, devika itu sebenarnya anak pintar karena saya pernah menjadi wali guru dikelas devika, ucapnya.

“Sebenarnya baru kali ini, hanya devika belum ada murid yang lain ijazah nya belum diserahkan,” terangnya.

Ketika disinggung menahan izasah siswa hampir satu tahun toni menegaskan, ya memang melanggar, “Tapi ijazah vika tidak ditahan hanya ada tahapan Administrasi yang belum diselasaikan,” tandasnya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia mengatakan, Maaf ibu belum tau masalah yang sebenarnya kata nya melalui pesan WhatsApp.

Penahanan ijazah siswa SDN 06 Kota Tangerang yang dilakukan oleh pihak sekolah mendapat tanggapan dari salah satu praktisi hukum, H. Mohamad Tawakal Azis SH.MH. Ketua Umum Forum Peduli Rakyat Anti Korupsi (FPR-ANKOR) mengatakan, situasi indikasi ketidak adilan yang dilakukan pihak sekolah. Terkait penahanan ijazah devika masuk dalam pasal 372 KUHP tentang penggelapan, tegasnya.

Ajis memaparkan,”Pasal 372 KUHP menjelaskan, barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi, “Ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam perbuatan penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah,” papar azis.

“Harus dipahami, “Devika sebagai siswa sudah memenuhi kewajiban untuk menimba ilmu dan lulus, namun pihak sekolah telah berniat menahan dengan alasan Administrasi 290 ribu yang belum terbayar hingga menahan ijazah devika hampir satu tahun inikan merampas hak serta menggelapkan ijazah siswa tersebut,”pungkas aktivis anti korupsi itu Kamis (28/11/2019). (Rohman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *