Antrian Bongkar Muat di Pelabuhan Bintuni Bisa Capai 14 Hari

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BINTUNI, Jatimexplore.net – Antrian bongkar muat di Pelabuhan Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, bisa mencapai 14 hari. Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 2 B Bintuni, Petrus CH Maturbongs mengatakan overload di Pelabuhan Bintuni bukan muatan, tapi tempat tambat.

“Overload di Pelabuhan Bintuni itu tidak ada, overload muatan sama sekali tidak ada, kalau tempat tambat itu yang overload, jadi barang yang turun di Pelabuhan Bintuni, kita sudah punya SOP dimana keluar 20 ton, tempat tambat kita yang sekarang 70 meter x 8 meter untuk menampung kapal – kapal yang datang, jadi kami sistem kami antri,” katanya di Bintuni, baru-baru ini.

Dikatakannya, antrian ini untuk kapal kargo bisa memakan waktu hingga 14 hari. Lamanya ini diakibatkan karena harus keluar masuk pelabuhan mengantri.

“Jadi sistem bongkar muat di pelabuhan, ada yang namanya kapal ondek, setelah dia datang tingkat keselamatan itu kecil sehingga itu yang didahulukan,” katanya lagi.

Dia mengatakan dengan keadaan ini, aktifitas Pelabuhan Bintuni bisa sampai malam hari. Ini dilakukan agar bisa maksimal dalam aktifitas bongkar muat.

“Kapal – kapal kontainer yang datang bongkar muat malam hari, jadi Pelabuhan Bintuni sudah melakukan pekerjaan dari mulai 08.00 WIT – 12.00 WIT malam, bagaimana kita bisa maksimal itu agar berjalan operasional pelabuhan, maupun barang yang keluar untuk kebutuhan kabupaten tanpa ada kekosongan barang,” ujarnya.

Pasalnya dengan persoalan ini, yang paling dibutuhkan yakni penambahan panjang dermaga. Sesuatu kebutuhan Kabupaten Teluk Bintuni saat ini, dimana dalam sebulan bisa bongkar muat barang mencapai 25 sampai 30 ribu ton meter kubik, sehingga perlu ditambah 100 meter lagi.

“Idelanya Pelabuhan Bintuni sebagai pelabuhan penampung, itu minimal panjang pelabuhan 150 – 200 meter, dan sekarang baru 70 meter, sedangkan kapal – kapal yang datang panjangnya bisa dilihat mencapai 80 meter,” pungkasnya.

Dia menambahkan untuk tenaga bongkar muat sampai dengan saat ini sudah cukup, ada sekitar 180 orang dan sudah dibagi sip. Karena ada dua pekerjaan yakni bongkar muat langsung dari kapal dan tidak langsung hanya kontener yang dibongkar dan isinya dibawa keluar. (at)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *