Penyebar Berita Hoaks di Sumenep Diamankan Polisi

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUMENEP, Jatimexplore.net – Unit Pidum dan Unit Resmob Kepolisian Resort (Polres) Sumenep berhasil mengamankan pelaku penyebar berita bohong (hoaks) yang diupload melalui media sosial facebook, Senin (08/07/2019).

Tersangka atas nama M. Sucipto, warga Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti mengatakan tersangka diketahui menyebarkan berita bohong di akun facebook atas nama , M. Sucipto yang di share ke grup facebook “Sumenep Baru”.

“Saat ini tersangka sudah diamankan,” paparnya.

Penyebaran berita bohong itu dilakukan pada hari Kamis tanggal 9 Mei 2019 sekira pukul 16.00 wib.

Berdasarkan hasil introgasi tetsangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup WhatsApp dengan nama grup “Eksekulator”, selanjutnya tersangka dengan sengaja memposting berita tersebut ke Group Facebook “Sumenep Baru”. Dia menyebarkan berita bohong tersebut bertujuan agar dibaca masyarakat luas. Selain menuduh KPPS diracun, dalam postingannya ia juga menyebut pemerintah saat ini sebagai rezim PKI.

“Barang bukyi yang diamankan dari tangan tersangka berupa 6 (enam) lembar hasil cetak pada akun FB M Sucipto, 10 (sepuluh) lembar hasil cetak pada akun FB M Sucipto, 1 (satu) unit HP, dab 1 (satu) buah sim card.

“Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jonto pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancanan hukuman maksimal 10 tahun penjara,” ancamnya.

Berikut postingan berita bohong (Hoax) pada akun FB M Sucipto:

1. Saya mohon dr relawan 02 ada yg mengambil sampling Surat suara dr beberapa daerah untuk di bawa ke Lab,krn kemungkinan besar racun ada di kertas suara Itu sebabnya knp kebanyakan yg meninggal orang yg ber-hari” Kerja menghitung surat suara.Sedang yg hanya I hr di TPS mereka aman! Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S-2-(diisopropylamino)ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk “keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas”.

2. Petugas kpps mati karna diracun! Masalah racun pki jaginya dari dulu pki suka menebarkan racun buat membunuh pribumi! Kita harus waspda,kenap pemerintah bungkam ya jelas karna mereka yg nyuruh dari golonganya dasar rezim pki. (Lis/Bahri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *