Japesda Minta Ditindak Tegas Dugaan Pengrusakan Mangrove di Pantai Ratu Boalemo

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Laporan : Jaringan Berita SMSI, Editor Ronal Tine

GORONTALO, Jatimexplore.net – Japesda Gorontalo resmi menyerahkan Surat Laporan Dugaan Pengrusakan Mangrove kawasan hutan lindung obyek wisata Pantai Ratu Boalemo, kepada Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Laporan ini diserahkan langsung oleh Direktur Japesda Nurain Lapolo, yang didampingi Anggota lainnya. Senin Siang (17/06/2019).

Sebelumnya, Nurain mengaku pihak Japesda telah menyerahkan dokumen yang sama kepada Gubernur Gorontalo, kemudian akan dilanjutkan penyerahannya ke Polda Gorontalo, Ditjend Gakum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bupati Boalemo, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Unit V Boalemo, Camat Tilamuta Kabupaten Boalemo dan Kepala Desa tenilo.

Berdasarkan hasil kajian Japesda Gorontalo, yang merujuk pada Peta Operlaping Kawasan Hutan, lokasi kegiatan wisata Pantai Ratu Boalemo berada di Kawasan Hutan Lindung (hutan mangrove) dan sebagian areal masuk dalam PIPIB (Peta Indikatif Penundaan Ijin Baru).

Dari sisi kebijakan daerah, Japesda mengkaji Pembangunan Wisata Pantai Ratu Boalemo di kawasan Hutan Lindung bertentangan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Gorontalo Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Ekosistem Mangrove.

Selain itu, dicantumkan dalam laporan Japesda No : 011/JPSD/VI/19, aktivitas melanggar Peraturan perundang-undangan bidang Lingkungan berdasarkan Pasal 109 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” isi Laporan

Dituangkan dalam laporan, Japeda meminta kepada Gubernur untuk dapat menindak tegas pengrusakan mangrove yang dilakukan di kawasan Hutan Lindung areal Wisata Pantai Ratu Boalemo (#PNews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *