6 Anggota Satpol PP dan Damkar Diberhentikan

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA, Jatimexplore.net – Akibat tidak disiplin dan melanggar aturan yang sudah disepakati, 6 anggota Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas dan Pemadam Kebakaran diberhentikan dari tugasnya. Keputusan pemberhentian dikeluarkan sebagai bentuk pembelajaran sekaligus sebagai efek jerah dan peringatan kepada anggota lainnya yang juga sudah mendapatkan teguran keras.

Hal ini disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas dan Damkar Kaimana, Drs. Ray Ratu D. Come, Senin (13/5/2019). Kepada wartawan di ruang kerjanya, Ray Come mengatakan, 6 orang yang diberhentikan ini, 4 diantaranya merupakan anggota Satpol PP dan 2 lainnya petugas pemadam kebakaran.

Menurut Ray, berdasarkan hasil evaluasi, kinerja ke enam anggota ini menurun. Selain sering alpa, mereka juga tidak menuruti perintah atasan. “Setelah kami lakukan evaluasi, 6 anggota ini diketahui tidak disiplin. Mereka hanya datang tandatangan absen lalu pulang. Ada perintah juga tidak mereka laksanakan. Enam orang itu terdiri dari Satpol PP 4 orang dan petugas Damkar 2 orang,” tegasnya.

Dijelaskan, pemberhentian telah sesuai prosedur, yakni dengan terlebih dahulu memberikan teguran dan Surat Peringatan (SP) tahap I, II dan III. Pemberhentian juga telah sesuai dengan isi perjanjian kerja yang sudah ditandatangani pada saat mereka diterima bekerja. Dalam nota perjanjian kerja dimaksud, ada pasal-pasal yang menegaskan apabila melanggar aturan, maka siap untuk diberhentikan.

Lebih jauh Ray menjelaskan, selain 6 orang yang sudah diberhentikan, masih ada 22 orang lagi yang sudah mendapatkan peringatan. “Selain 6 orang yang sudah mendapat SP 3, masih ada 22 orang lagi yang sudah dikasih peringatan terakhir. Jadi kalau mereka tidak merubah sikap, maka langsung kita berhentikan,”tegas Ray.

Ia menambahkan, upaya pembinaan terhadap 139 anggota terus dilakukan pihaknya, dengan tujuan agar kinerja Satpol PP dan Damkar bisa lebih baik mengingat kapasitas mereka sebagai penegak Perda. “Sebagai penegak Perda mereka harusnya menjaga etika, menegakkan disiplin. Kami tidak melarang mereka minum, yang penting bisa kontrol. Tapi kalau minum terus pakai atribut Satpol PP lalu buat keributan ini kan buat kita malu,” pungkas Ray. (iw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *