Dirut BPRS Bhakti Sumekar Jelaskan Mundurnya Nurfitriana Sebagai Komisaris

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUMENEP, Jatimexplore.net – Dirut BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko menjelasakan mundurnya Nurfitriana Busyro sebagai dewan komisaris BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Madura, Jatim, Selasa (19/2/2019).

“Pertanggal 16 Juli 2018 ibu Nurfitriana Busyro sudah resmi tidak lagi menjabat sebagai komisaris anggota PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bhakti Sumekar,” kata Novi kepada awak media.

Memurut Novi, alasan mundurnya Ibu Nurfitriana Busyro karena yang bersangkutan mendaftar sebagai calon legislatif (Caleg) Provinsi Jawa Timur.

“Alasan beliau mengundurkan diri, karena mendaftar sebagai calon legislatif (Caleg) Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Lanjut Novi, Ibu Nurfitriana Busyro mengirim surat pengunduran diri kepada tiga pihak pada tanggal 28 Juni 2018. Surat tersebut ditujukan kepada pemegang saham pengendali, dengan tembusan dewan komisaris dan anggota, serta kepada dewan direksi BPRS Bhakti Sumekar.

Merespon surat pengunduran diri Ibu Nurfitriana Busyro, dewan direksi mengajukan permohonan jadwal RUPS luar biasa kepada pemegang saham pada tanggal 2 Juli 2018. Dan pada tanggal 16 Juli 2018 diadakan RUPS luar biasa yang dihadiri oleh seluruh pengurus BPRS baik dewan direksi 3 orang, dewan komisaris juga ada 3 orang.  Dewan pengawas syariah dan pemegang saham pengendali.

“Hasil RUPS luar biasa itu diputuskan menerima dan menyetujui surat pengunduran diri itu,” jelasnya.

Dirut BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko juga sudah menotariskan hasil RUPS luar biasa, termasuk juga menindaklanjuti ke otoritas jasa keuangan (OJK) pertanggal 18 Agustus 2018 tentang perubahas komposisi struktur.

“Notarisnya juga sudah diterbitkan tanggal 7 Agustus 2018. Dan sudah diajukan ke OJK. Jadi, komposisi struktur sudah berubah,” paparnya. (Bahri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *