Jurnalis Sumenep Kutuk Keras Aksi PremanismeTerhadap Wartawan di Pamekasan

Share This Post
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUMENEP, Jatimexplore.net – Puluhan jurnalis  yang tergabung dalam Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) Sumenep menggelar aksi solidaritas terkait tindak kekerasan yang dilakuka oleh ketua pokmas kepada wartawan MEMOonline.co.id di Pamekasan, dua hari lalu.

Aksi solidaritas puluhan jurnalis tersebut digelar di depan Taman Adipura Sumenep. Dalam aksinya mereka meletakkan kartu pers saat aksi sebagai bentuk kutukan terhadap aksi premanisme terhadap jurnalis di Pamekasan.

Selain itu mereka melakukan orasi secara bergantian dengan membawa poster bertuliskan ”Stop kekerasan terhadap jurnalis”. ”Jangan pernah ada kekerasan terhadap jurnalis,”. ”Usut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis,”.

“Kekerasan dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan terhadap penegak pilar demokrasi ke empat di Indonesia,” kata Ahmadi Muni, Ketua Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) Kabupaten Sumenep.

Karena menurutnya tugas para kuli tinta sudah diatur dalam UU nomor 40 tahun 1999, di dalamnya ada hak koreksi dan hak jawab. Sebab, jurnalis bukan penjahat, jurnalis bukan teroris, jurnalis penyaji informasi termasuk memberikan edukasi terhadap masyarakat.

“Yang dirugikan dalam pemberitaan punya hak jawab, jadi tidak boleh sewenang-wenang. Jadi, saya mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas,” tegasnya.

Sekedar diketahui, diduga telah terjadi penganiayaan terhadap salah satu wartawan media online di Pamekasan (Memo Onlien) di Pamekasan. Pelaku kekerasan diduga dilakukan oleh oknum salah satu ketua pokmas (kelompok masyarakat) di Desa Plakpak, Kecamatan Pagentanan, Kabupaten Pamekasan.

Terkait dengan kasus tersebut, Pimpinan Redaksi Memo Onlien telah melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Pamekasan. Harapannya, penegak hukum untuk segera mengusut kasus tersebut sehingga kedepan tidak gampang orang main hakim sendiri. (Lis/Bahri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *