Kajari Sumenep : Rendahnya Iman Menjadi Virus Terjadinya Tindakan Melawan Hukum.

Share This Post
  •  
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

SUMENEP, Jatimexplore.net – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diadakan oleh gabungan 5 LSM Kabupaten Sumenep, di Hotel Utami Sumenep, salah satu dengan mendatangkan instansi yang khusus menangani kasus korupsi yaitu dari POLRES Sumenep, Kejari Sumenep dan KPK, selasa (11/12/2018).

Salah satu narasumber dari Kejaksaan Negeri Sumenep, Bambang Panca Wahyudi Hariyadi. SH.MHum. yang juga Kajari Sumenep dalam paparannya mengatakan korupsi itu timbul karena kurangnya etika, moral dan keimanan seseorang.

” Perilaku korupsi itu timbul karena kurangnya etika, moral dan keimanan. Rendahnya iman seseorang menjadi virus terjadinya tindakan melawan hukum terutama korupsi,” papar Kajari Sumenep.

Menurut Putra kelahiran malang ini, rendahnya pendapatan ASN serta rendahnya keimanan yang membuat pejabat negara cenderung melakukan tindak pidana korupsi.

” Dengan penghasilan yang pas pasan pejabat-pejabat negara dengan segala kesibukan dan kebutuhan yang melekat pada ASN yang pada akhirnya mengutak atik semua yang berhubungan dengan keuangan sehingga potensi pendapatan mereka akan bertambah,” ungkap Kajari Sumenep.

Selain itu, lanjut Kajari, faktor kebutuhan manusia yg serba ingin hidup mewah itu yang membuat seseorang bisa menjadi sombong.

” Contoh dari persoalan tersebut adalah orang yang melihat tetangganya beli mobil yang lain juga ingin beli mobil juga, itu ujung ujungnya seseorang melakukan tindakan melawan hukum,” kata Kajari Sumenep.

Kejari menambahkan, salah satunya faktor terjadinya korupsi lainnya yaitu biaya politik yang sangat tinggi.

” Kita kan tidak tahu biaya- biaya itu digunakan untuk apa. ini biasa dilakukan oleh anggota legislatif. Seperti melakukan kampanye yang tidak bisa lepas dari pengeluaran yang cukup besar dan ketika mereka sudah sukses dengan tujuanya mereka bisa melakukan segala cara seperti main main proyek jual beli proyek dll,” Tutur Kajar Sumenep.

Pada akhir pemaparan Kajari Sumenep ini berharap agar semua stakholders di Kabuparen atau yang hadir di acara Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia ini segera insyaf dan menjauhkan diri dari perilaku yang melanggar hukum.( Alfath).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *